FF : THE … TRUTH.


lalalalala1

Title

The … Truth.

Casts

Huang Zi Tao

Atsuko Hara (OC)

Henry Lau

Hana Chikanatsu (OC)

Genre

Romance, Hurt, Family

Rating

PG-15

Length

Oneshoot

Author

NN Project

 

Warning!

Story idea by @neshanavy

Edited by @ririnovi

Written by NN Project

***

Kembali lagi dengan FF oneshot super panjang. Tadinya ini mau dibikin pendek, tapi apa daya saking keasyikannya berakhir dengan panjang lagi 😀 Bikin FF ini awalnya dari bulan Juni 2013 pas EXO mau comeback Growl, pas aku lagi suka sama Tao, jadi main cast nya Tao. Tadinya mau sama Taemin, cuma gak jadi. Jadinya Henry lah. Ini emang bikinnya banyak jeda, makanya baru jadi setahun kemudian. Dan karena sangat panjang, ngeditnya juga perlu niat yang kuat. Barulah sekarang beres dieditnya 😀

Dan untuk cover, subhanallah sekali. Ini pertama kalinya bikin, selama ini gak peduliah gitu mau pake cover atau enggak, tapi sekarang mencoba buat. Terimakasih kamu yang udah posting tutorialnya, sangat membantu. Sekali lagi terimakasih ya kamuuuuu, iya kamu 😀 Terimakasih juga buat semua yang udah ngasih saran buat covernya. Cover diatas hasil dari penggabungan saran-saran dari kalian, peluk cium dulu hihi

Okay, thanks for coming anyway 🙂

 

“Tao-chan.. Bulan depan ya..”, ucap seorang gadis berambut hitam panjang yang kini bersandar pada punggung laki-lakinya. Kepalanya menatap lurus langit dan tangannya bergerak bebas di udara serasa menggenggam matahari. Seberkas cahaya menyilaukan menghalangi pandangannya. Ya, cahaya dari cincin yang bersemat di salah satu jarinya. Seulas senyum tersungging kala matanya menatap cincin tersebut.

“Rasanya baru kemarin aku bertemu denganmu.”, Tao yang kini sedang sibuk dengan komputer lipatnya berkomentar. Matanya terus menatap kedalam layar, namun tak sedikitpun mengacuhkan ucapan gadisnya.

“Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Ini tahun kelima kita bersama.”, omel gadis itu. Ia berbalik dan memeluk leher Tao dari belakang.

“Ini sudah tanggungjawabku, kelak kau akan tahu kenapa aku begitu serius bekerja.”

“Aku tahu. Untukku, anak kita, masa depan kita, benar kan? Tapi kan perusahaan itu milik ayahmu, kau tak perlu berusaha keras.”

“Aku ingin bekerja keras untukmu, bukan memanfaatkan harta ayahku.”

“Baiklah, karena aku calon istrimu, aku harus mendukung apapun keputusanmu. Jangan terlalu lelah, aku tak mau di hari pernikahan kita, kau malah sakit.”

“Tenanglah, selama kau disampingku, aku selalu merasa sehat. Kau itu nyawaku.”, Tao mengecup punggung tangan gadisnya. Pohon sakura pun seakan menambah suasana romantis mereka dengan menggugurkan bunga merah jambunya ditemani semilir angin tenang yang tetap terasa hangat bagi mereka berdua.

“Hmm..”, Tao menghela napas berat. Dadanya terasa sesak.

Kenangan mengenai gadisnya selalu teringat di benaknya apapun yang ia lakukan. Hampir setiap hari bersama, dia tak menyangka, hari itu adalah hari terakhir ia bertemu dengannya. Pandangannya tertuju pada sebuah figura besar yang terpajang tepat dihadapan ranjangnya. Dia beralasan agar setiap kali bangun, wajah gadisnyalah yang pertama ia lihat.

“Hai, selamat pagi. Bagaimana keadaanmu? Disana menyenangkan, bukan?”, tanya Tao pada foto tersebut. Fotonya bersama gadis itu saat pertunangannya beberapa bulan lalu. Mini dress putih, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Mata Tao beralih pada kalender yang terduduk di meja tak jauh dari ranjangnya.

“Semestinya hari ini..”, gumamnya lirih, pandangannya mengarah ke sudut kamar. Tuxedo putih serta gaun pengantin berdiri dengan megah didalam lemari kaca. Tepat didekat pintu lemari tersebut, berserakan banyak undangan yang kondisinya cukup memprihatinkan dari keadaannya sendiri. Kamar megahnya yang selalu rapi kini jauh dari kata rapi. Botol alkohol berserakan dimana-mana. Barang-barang yang tak pada tempatnya, hingga segala persiapan pernikahannya yang tergeletak begitu saja.

“Tuan muda.. Tuan besar menunggu dibawah, Nyonya bilang Tuan muda harus turun untuk makan.”, ucap seorang pria paruh baya yang tak lain adalah pengurusnya dari kecil selain ibu dan ayahnya bila mereka tak bisa mengawasi secara langsung.

“Ya, nanti!”, teriak Tao, takut tak terdengar.

“Apa Tuan muda baik-baik saja?”, tanyanya.

“Tak pernah lebih baik dari ini.”, jawabnya tanpa ekspresi.

“Baiklah, apa Tuan akan mengunjungi makamnya?”

“Tentu saja.”

“Baiklah, akan ku siapkan mobil.”, selepas kepergian pengurusnya tersebut, lagi-lagi Tao menghela napas berat, diacak pelan rambutnya.

***

“Meeting jam delapan malam, sekarang baru jam.. Ya ada satu jam lagi untuk sekedar makan malam.”, ucap Atsuko sambil memainkan tabletnya. Atsuko Hara. Siapa pengusaha yang tak mengenal sosoknya? Pekerja keras dan disiplin, cantik dan mandiri, siapapun takkan menolak untuk bersamanya. Namun sampai sekarang tak satu pun pria yang tak diacuhkannya. Alasannya klasik, belum menemukan yang cocok, tapi yang sebenarnya karena pemikirannya hanya tertuju pada pekerjaan yang dibebankan ayahnya padanya.

“Saya akan pergi keluar dulu, tolong urus segala perlengkapan meeting.”, titah Atsuko Hara dengan angkuhnya pada sekretaris pribadinya. Sikap angkuhnya selalu muncul saat bekerja, terlebih karena ia merupakan orang dengan jabatan paling tinggi kedua di perusahaan penerbangan terbesar di Asia setelah ayahnya, tentu saja.

“Baik, Nona.”, sekretaris tersebut mengangguk seraya mulai mempersiapkan untuk meeting.

Mobil BMW keluaran terbaru meluncur keluar dari basement perusahaannya. Atsuko mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lumayan diatas rata-rata. Belum jauh dia membawa mobilnya, tiba-tiba suasana menjadi lebih dingin dari biasanya. Mendadak bulu kuduknya berdiri, dan terdengar suara wanita menangis, entah darimana asalnya. Namun, rasanya suara itu berada dibelakang joknya.

Kepanikan langsung saja menyerangnya. Dalam kecepatan yang memang cukup cepat, Atsuko langsung menyalip kendaraan dan di remnya mobil secara tiba-tiba di pinggir jalan. Keputusan yang salah, gumamnya. Ia berhenti di tempat yang bahkan membuat kakinya bergetar hebat. Entah dimana posisinya sekarang, tapi yang jelas rasanya ia tak mengenal tempat ini. Di kanan dan di kiri nya hanya terdapat banyak pohon besar yang menjulang tinggi. Yang ia tahu, hanya ada mobilnya yang melewati daerah tersebut.

“Apa aku salah mengambil jalan?”, tanyanya pada diri sendiri.
Continue reading

FF : DIAMOND


Title

DIAMOND

Cast

Lee Tae Min

No Min Woo

Wu Yi Fan (Kris)

Kim Ye Jin

Lee Gi Kwang

Oh Se Hun

Yang Yeo Seob

Kim Dong Hyun

Genre

Romance, Hurt, Angst, Family

Rating

PG 13

Length

Ficlet

Author

NN Project

FF ngebut. Bikinnya gak pake dirancang atau gimana. Jadi, author berdua ini bikinnya spontan, gak tahu nantinya bakal gimana, dan awalnya juga spontan itu. Jadi, kita saling bales-balesan aja lanjutinnya, taunya gini deh. Mianhae aja kalo jadi agak-agak aneh hehe.

Kalo baca FF ini sampe beres, mungkin ada yang kepikiran buat nanya, kok judulnya DIAMOND sih? Sebenernya banyak alasan kenapa akhirnya memilih nama DIAMOND buat jadi judul. Alasan kecilnya karena konflik yang ada disini tuh melambangkan diamond aja gitu. Entah itu awal mula sebelum terjadi apa-apa, sampe akhirnya dapet kesimpulan bahwa ini tuh sesuatu yang berharga banget layaknya berlian. Bingung ya? Aku juga bingung sebenernya ngejelasinnya. Yah, pokoknya baca aja deh;) Happy reading!^^

***

 

Aku memang yang bersalah disini. Tapi bukan berarti mereka harus memojokanku.

“Sekarang cepat katakan, kau kan yang membuatnya sampai dirawat di rumah sakit?”, tanya salah satu dari mereka sinis. Aku bungkam. Sulit rasanya mengucapkan satu kata pun.

“Baiklah kalau kau masih tidak mau mengaku, kami akan memberitahukan semua pada orangtuamu.”, ucap namja satunya lagi, membuatku menatapnya tajam.

“Aku memang meninggalkannya. Tapi bukan aku yang menyebabkan dia masuk rumah sakit. Jadi, jangan pernah mengusik ketenangan orangtuaku.”, ujarku pada dua namja pengecut dihadapanku ini.

“Lalu, apa mungkin semua terjadi tanpa sebab? Rasanya mustahil bukan, Gikwang?”, tanya Sehun.

“Apa sulit untuk mengatakan yang sebenarnya?”, jawab Gikwang membenarkan.

Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada mereka, tapi dengan keras kepalanya mereka meniadakan penjelasanku.

“Hentikan.. Bukan salahnya, hyung.”, ucap namja yang sedari tadi diperdebatkan.

Continue reading

FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 6)


Title

Six Deathly Of Perfume (Chapter 6)

Cast

All Member of EXO-K

Wu Yi Fan (Kris)

Dr. Nesha

Riri

Genre

Horror, Mystery, Romance

Rating

NC-17 (violence)

Length

Multi-Chapter

Author

NN Project

***

Nah kaaan, ini final chapter alias chapter terakhir. Gak kerasa aja udah beres lagi postingnya, padahal bikinnya uuuuh lamanya berabad-abad -.-

Di chapter kemarin kan gak ada kematian satu pun, sisa satu berarti ya di chapter ini lah. Siapa yang bakal mati? Baca aja ya, hehe. Peran Kris udah mulai ke yang penting penting nih, dia mau buktiin kalo dia juga bisa akting di FF ini wkwk. Di final chapter ini juga akan ada beberapa adegan action yang gak begitu kuat sih sebenernya, orang berantemna sama hantu. Okai deh, happy reading all!^^

Warning!

Story idea by @neshanavy

Edited by @ririnovi

Written by NN Project

Previous chapter –> Chapter 1Chapter 2. Chapter 3. Chapter 4. Chapter 5.

-Preview Chapter 5-

“Dimana Nesha?”, tanya Kris panik.

“Tadi dia disampingku, masih berbicara denganku. Aku berusaha memegangnya, tapi makin lama ia tak didekatku.”, jelas Sehun.

“Aku tahu.. Dan aku mendengarnya.”, batin Kris.

“Arrgh! Bagaimana ini?? Nesha juga hilang??”, Baekhyun mulai gelagapan mondar-mandir panik.

“Tenang, kami akan berusaha mencari.”, Kai bersua.

Suho dan D.O muncul dengan nafas yang terengah-engah menunjukkan wajah yang sepertinya bisa Sehun tebak.

“Jangan bilang..”, seru Sehun.

“Maaf, mereka terlalu kuat. Kami sudah kehabisan tenaga.”, Suho lemas bukan main.

“Sudahlah, apa kalian tahu dimana pintu menuju dunia nyata?”, tanya Kris.

“Ada diluar rumah ini, tempatnya selalu berpindah-pindah. Memangnya kenapa? Oh ya, bagaimana kau bisa kesini, hyung?”, D.O balik bertanya.

“Jangan dulu dibahas. Kita harus mengakhiri semua ini.”, Baekhyun bersiap dengan amunisi seadanya.

Continue reading

FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 5)


Title

Six Deathly Of Perfume (Chapter 5)

Cast

All Member of EXO-K

Wu Yi Fan (Kris)

Dr. Nesha

Riri

Genre

Horror, Mystery, Romance

Rating

NC-17 (violence)

Length

Multi-Chapter

Author

NN Project

Wowwh banget udah mau tamat, hahaaay! Seperti yang dibilang kemarin, disini bakal nambah satu cast yang sebenernya dari awal dia udah muncul sih, tapi dikit banget wkwk. Mulai dari chapter ini sampe  tamatnya, cast baru itu langsung jadi peran penting. Gak terlalu membantu sih keberadaan dia, tapi cukup membantulah. Ayoloh author nya bikin bingung, wkwk. Tinggal satu kematian lagi kan? Siapa nih kira-kira? Apa pemeran utama yang bakal mati? Atau peran-peran gak pentingnya? Yah baca aja sendiri kalo gitu. Okai, happy reading^^

Warning!

Story idea by @neshanavy

Edited by @ririnovi

Written by NN Project

Previous chapter –> Chapter 1Chapter 2. Chapter 3. Chapter 4.

-Preview Chapter 4-

Angin sepoi bertiup mengepakkan poni Baekhyun yang sudah melewati alisnya. Tak ada tanda-tanda hal buruk akan terjadi, namun Baekhyun terus berwaspada.

Setelah yakin tak ada bahaya disekitarnya, ia perlahan meraih buku keramat itu kemudian menutupnya.

“Ayo kita pergi sekarang, cepat!”, suruh Baekhyun pada kedua orang yang kini sudah terpampang jelas dihadapannya.

“Ya! Ayo kita pergi, ada apa dengan kalian??”, tanya Baekhyun mulai panik. Riri dan Chanyeol terpaku, mereka tak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada dunia sekitarnya kini.

Baekhyun yang baru menyadari terpaksa mengikuti gerak-gerik kedua rekannya tersebut. Daun yang berhenti berguguran. Angin yang berhenti berhembus. Awan yang berhenti bergerak. Sampai barisan semut yang berhenti berjalan, namun masih membuat satu barisan penuh.

Baekhyun yakin, ini berhubungan dengan apa yang ditemukannya di rumah itu tadi.

Continue reading

FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 4)


Title

Six Deathly Of Perfume (Chapter 4)

Cast

All Member of EXO-K

Wu Yi Fan (Kris)

Dr. Nesha

Riri

Genre

Horror, Mystery, Romance

Rating

NC-17 (violence)

Length

Multi-Chapter

Author

NN Project

Aigooooo ga kerasa udah ngebunuh 4 orang selama ngeberesin 3 chapter sebelumnya. Kira-kira siapa lagi yang bakal terbunuh ya? Tinggal dua orang lagi loh! Karena disini member EXO tinggal sisa BaekYeol, jadi berbangga hatilah BaekYeol shipper *gue* walaupun sebenernya gak begitu banyak sih moment romantis mereka yang biasanya selalu ditunjukkan didepan umum, wkwk. Okai deh daripada kelamaan, kalo yang belom baca chapter sebelumnya bisa dibaca dulu biar ngerti chapter yang ini yaaaa

Warning!

Story idea by @neshanavy

Edited by @ririnovi

Written by NN Project

Previous chapter –> Chapter 1Chapter 2. Chapter 3.

-Preview Chapter 3-

BRUGG! Terdengar hantaman keras saat mobilnya berguling.

“Sehun-ah!”, teriak Baekhyun dan Chanyeol bersamaan ketika mendapati sesosok tubuh manusia yang sudah bersimbah darah. Pakaian rapinya sudah terkoyak. Kulit mulusnya tergores hitam aspal yang melebur dengan merah darah. Tulangnya mungkin sudah remuk tak berbentuk. Wajahnya yang setengah hancur, untung masih bisa dikenali.

Baekhyun dan Chanyeol berhambur kearah jasad Sehun. Sementara Riri berdiri ditempat, menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tangisnya tidak meledak.

“Apa.. Apa yang terjadi?!”, Chanyeol mendadak diliputi emosi.

Semua warga yang ada disitu diam melihat tingkah Chanyeol. Mereka bungkam. Tak ada satupun yang angkat bicara. Baekhyun meratapi nasib dongsaengnya, dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang apa yang terjadi.

Suasana tersebut pecah saat ponsel Baekhyun berdering. Setelah melihat nama penelepon, Baekhyun segera menjauh untuk menjawab panggilan teleponnya.

“Kris hyung, waeyo?.. Hadiah dariku?.. Oya parfum itu.. Merah? Hijau mungkin hyung.. Botol parfumnya merah?.. NN Perfume??”

Baekhyun menatap kosong pada jasad Sehun. Tubuhnya melemas hingga tak sanggup menahan ponselnya agar tetap di tempat semula. Tubuhnya terduduk ditopang oleh kedua lutut.

“Parfum.. Parfum itu masih ada..”

Continue reading