FF : DIAMOND


Title

DIAMOND

Cast

Lee Tae Min

No Min Woo

Wu Yi Fan (Kris)

Kim Ye Jin

Lee Gi Kwang

Oh Se Hun

Yang Yeo Seob

Kim Dong Hyun

Genre

Romance, Hurt, Angst, Family

Rating

PG 13

Length

Ficlet

Author

NN Project

FF ngebut. Bikinnya gak pake dirancang atau gimana. Jadi, author berdua ini bikinnya spontan, gak tahu nantinya bakal gimana, dan awalnya juga spontan itu. Jadi, kita saling bales-balesan aja lanjutinnya, taunya gini deh. Mianhae aja kalo jadi agak-agak aneh hehe.

Kalo baca FF ini sampe beres, mungkin ada yang kepikiran buat nanya, kok judulnya DIAMOND sih? Sebenernya banyak alasan kenapa akhirnya memilih nama DIAMOND buat jadi judul. Alasan kecilnya karena konflik yang ada disini tuh melambangkan diamond aja gitu. Entah itu awal mula sebelum terjadi apa-apa, sampe akhirnya dapet kesimpulan bahwa ini tuh sesuatu yang berharga banget layaknya berlian. Bingung ya? Aku juga bingung sebenernya ngejelasinnya. Yah, pokoknya baca aja deh;) Happy reading!^^

***

 

Aku memang yang bersalah disini. Tapi bukan berarti mereka harus memojokanku.

“Sekarang cepat katakan, kau kan yang membuatnya sampai dirawat di rumah sakit?”, tanya salah satu dari mereka sinis. Aku bungkam. Sulit rasanya mengucapkan satu kata pun.

“Baiklah kalau kau masih tidak mau mengaku, kami akan memberitahukan semua pada orangtuamu.”, ucap namja satunya lagi, membuatku menatapnya tajam.

“Aku memang meninggalkannya. Tapi bukan aku yang menyebabkan dia masuk rumah sakit. Jadi, jangan pernah mengusik ketenangan orangtuaku.”, ujarku pada dua namja pengecut dihadapanku ini.

“Lalu, apa mungkin semua terjadi tanpa sebab? Rasanya mustahil bukan, Gikwang?”, tanya Sehun.

“Apa sulit untuk mengatakan yang sebenarnya?”, jawab Gikwang membenarkan.

Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada mereka, tapi dengan keras kepalanya mereka meniadakan penjelasanku.

“Hentikan.. Bukan salahnya, hyung.”, ucap namja yang sedari tadi diperdebatkan.

“Minwoo, kau sudah sadar?”, ujar seorang yeoja yang sejak awal duduk mendengar perdebatan kami. Rasanya asing melihat perawakannya. Siapa yeoja ini?

“Ne, aku sudah sadar Yejin.”, ucap Minwoo tersenyum kearah yeoja itu. Aku memperhatikan mereka sejenak.

“Ya Taemin! Mengapa kau melihat kearahku seperti itu?”, tanya Minwoo yang membuatku salah tingkah.

“Kau pikir apa yang sedang kau lakukan? Cepat jelaskan semua yang terjadi pada kedua hyungmu ini, sebelum mereka benar-benar menyebarkan berita buruk tentangku!”

Minwoo memandangku dan kedua hyungnya bergantian.

“Jadi, dia yang menyebabkanmu babak belur seperti ini?”, tanya yeoja itu pada Minwoo. Mengapa mereka terlihat begitu akrab?

“Mereka tidak mempercayai ucapanku, Minwoo.”, keluhku.

“Coba dengar penjelasan Minwoo dulu.”, pinta yeoja yang kalau tidak salah namanya Yejin.

“Ne, baiklah.”, ucap Gikwang pasrah.

Minwoo menghela nafas sejenak sebelum memulai ceritanya. “Jadi begini..”

FLASHBACK ON by AUTHOR’s POV

“MWO? Kau mau menantangnya bermain basket? Apa kau bodoh?”, ucap Minwoo seakan tak percaya dengan apa yang Taemin ucapkan.

“Karena aku pintar, maka aku menantang mereka!”, Taemin bersikeras.

“Mereka kan..”

“Mwo? Main kasar? Aku tahu. Aku hanya ingin mengambil kembali mobilku yang mereka ambil.”, jelas Taemin.

“Dasar namja bodoh.”, Minwoo terus mengumpat.

“Aku hanya ingin membuktikan pada mereka kalau aku tidak selemah itu.”

“Tapi kau terlalu bodoh untuk melakukan ini!”

“Sudahlah, serahkan saja padaku.”

Terlihat tiga orang namja bertubuh tinggi menghampiri mereka dari sisi lapangan. Dilihat dari postur, rasanya mustahil bagi Taemin untuk mengalahkan mereka.

“Mobilmu takkan pernah kembali, tikus kecil.”, ucap salah satu dari mereka sambil memainkan bola basket ditangannya.

“Jangan banyak omong Kris! Lawan saja aku!”

“Kau yakin sudah siap?”, ucap Kris kemudian melempar bola itu kasar, tepat diwajah Taemin hingga ia terjatuh.

“Taemin!”, Minwoo histeris. Terlihat dua orang kawanan Kris menahan tubuh mungil Minwoo.

“Diam disana Minwoo!”, pinta Taemin. Ia pun terus mencoba memenangkan pertandingan ini meski lawan memang tak seimbang. Terbukti, tubuh kecilnya menjadi sasaran tinjuan Kris.

“Lepaskan Taemin! Kembalikan mobilnya! Dasar namja bodoh! Kalian hanya berani pada kaum lemah, dasar pengecut! Bisanya memukul saja! Dasar tak berotak!”, umpat Minwoo.

Kris dan kawan-kawannya terlihat terkejut dan naik pitam mendengar ucapan Minwoo tadi. Dalam hati, Taemin merutuki kelakuan Minwoo yang tak sama sekali membantunya.

“Kris, lawanmu adalah aku! Jangan pedulikan dia!”, teriak Taemin saat Kris menatap mata Minwoo tajam.

Kris menatap Taemin kembali. Menatap remeh kemudian melanjutkan permainan yang mungkin sangat sia-sia.

***

20 menit kemudian permainan selesai. Seluruh tulang yang membentuk tubuh Taemin rasanya remuk semua. Dia berjalan kearah Minwoo yang sedang menggerutu tidak jelas di sisi lapangan. Taemin tak mempedulikan ocehan sahabatnya tersebut.

“Diam dan tunggu aku sebentar, aku ingin ke toilet.”

Sepeninggal Taemin, Minwoo yang melihat sosok Kris dari kejauhan terlihat sangat geram. Dihampirinya namja jangkung itu dengan sorot mata menantang.

“Hey kau namja tak berotak! Kembalikan mobil temanku!”, Minwoo sangat marah dengan sikap Kris.

“Wah, beraninya dia menghujatmu!”, ucap Donghyun -rekan Kris- memanaskan suasana.

“Anak kecil tidak perlu diladeni, hyung!”, ucap Yeoseob mencoba menghindarkan perkelahian Kris dengan Minwoo.

“Jangan membelaku, Yeoseob! Kau hanya teman sekelasku. Jangan berlagak peduli!”, gertak Minwoo.

“Kalau begitu hyung, kau bisa memukulnya. Habisi saja!”, titah Yeoseob.

“Apa kau serius?”, tanya Kris sembari mengepalkan tangannya. Tanda ia bersiap akan menyerang Minwoo dengan segera.

“Apa setelah puas menghajarku, kau akan mengembalikan mobil temanku?”, tanya Minwoo menatap tajam kearah Kris.

“Ehmm, mungkin saja.”

Sedetik kemudian, tanpa diduga-duga oleh Minwoo, Kris sudah melayangkan tinjunya. Kemudian beberapa pukulan lain yang diberikan Kris dibeberapa bagian tubuhnya. Minwoo tak melawan sama sekali hingga tubuhnya ambruk ke tanah.

“Wah, terimakasih karena tidak melawan. Memudahkanku.”, ucap Kris sembari melemparkan sebuah kunci kearah tubuh Minwoo yang tak berdaya. “Kita pergi sekarang, dia sudah tidak menarik lagi.”

Kris dan temannya yang lain pergi. Minwoo meraih kunci disampingnya dengan sisa tenaga yang ia miliki.

“Minwoo, sepertinya kau bisa membelikanku es untuk mengompres wajahku.”, ucap Taemin sibuk memegangi badannya yang remuk.

“Minwoo??”, mata Taemin mencari ke sekeliling lapangan, namun sosok Minwoo tak terlihat sedikitpun.

“Kemana perginya dia?”, tanya Taemin pada dirinya sendiri.

“Eh, hanya ada mobilku di parkiran. Kemana mobil Kris dan kawan-kawannya ya? Perasaanku jadi tak enak.”

Dengan sekuat tenaga yang tersisa, Taemin mencoba mempercepat langkahnya menuju mobil yang ia perebutkan dengan Kris tadi. Langkahnya terhenti ketika melihat pintu mobil yang sedikit terbuka dengan darah yang bercucuran.

“Astaga!”

FLASHBACK END. Still AUTHOR’s POV

“Jadi tetap saja kau yang membuat Minwoo jadi seperti ini. Bukankah demi mendapatkan mobilmu?”, ucap Gikwang kukuh.

“Tidak hyung, ini semua murni salahku dan Taemin tidak tahu apa-apa.”

“Kau terus saja membelanya, saeng. Bagaimana mungkin ia tak ada hubungannya.”

“Karena memang tak ada hubung.. Arrrgh!”, Minwoo memegangi perut kirinya yang tiba-tiba terasa sakit saat ia mencoba bangun.

“Minwoo! Tenangkan dirimu. Jangan banyak bergerak.”, ujar Yejin prihatin.

Sehun langsung menghampiri Minwoo. Gikwang memanggil dokter. Sedangkan Taemin tak sama sekali bergerak dari posisinya.

“Hyung.. Sakit.. Apa yang terjadi dengan perutku?”, keluh Minwoo. Wajahnya pucat.

“Dokter bilang ada salah satu organ tubuhmu yang terganggu, hingga ada sedikit kerusakan, dan itu bersifat permanen.”, jelas Sehun.

“Seperti bukan bekas pukulan, lebih parah malah.”, jelas Yejin dengan ekspresi khawatir. “Mereka harus bertanggungjawab.”, lanjutnya.

“Apa yang harus kulakukan?”, tanya Taemin pada dirinya sendiri. Tak sengaja Yejin mendengar percakapan pribadi Taemin.

“Hubungi kakakku. Aku sudah muak dengannya! Sudah kubilang jangan bertingkah seperti preman! Dia harus bertanggungjawab!”, Yejin sangat kesal dan seperti tak sadar dengan ucapannya.

“Maksudmu?”, tanya Sehun dan Taemin bersamaan.

“Ya, sebenarnya Kris kakakku. Maaf karena aku tak memberitahu sejak awal, kupikir kalian tak akan mengenalnya dan tak penting juga untukku mengenalkannya.”, ucap Yejin menghembuskan nafas berat. “Sekali lagi maafkan aku.”, ia tertunduk.

“Sudah hampir setahun ini kau menjadi yeojachinguku, tapi kau tak pernah memberitahuku bahwa kau memiliki seorang kakak?”, tanya Minwoo heran sembari menahan sakitnya yang tak kunjung reda.

“Dan kau, sudah berapa lama kau berteman denganku? Kenapa aku baru tahu kau memiliki yeojachingu?”, tanya Taemin sama herannya.

“Cepat keluar, dokter sebentar lagi datang.”, ucap Gikwang menginterupsi.

“Aku.. Apa aku tidak bisa menunggu didalam?”, tanya Yejin ragu.

“Tunggulah diluar!”, titah Sehun sedikit kasar.

“B.. Baik.”, Yejin tertunduk lesu.

“Aku tak tahu apa yang terjadi, dan tiba-tiba suasana mendingin sepeninggalku. Cepat keluar dan jelaskan padaku.”, titah Gikwang penuh selidik.

“Lalu bagaimana denganku?”, tanya Taemin kebingungan.

“Cepat keluar!”, Minwoo berteriak sembari menahan sakit. Sakit yang semakin bertambah seiring bergeraknya jarum jam.

“Kau berhutang cerita padaku.”, Taemin menunjuk Minwoo.

“Mianhae, akan kubayar dengan.. Nyawa.”, suara Minwoo semakin menghilang seiring kesadarannya yang perlahan menghilang juga. Taemin sebenarnya ingin menghampiri sahabatnya itu ketika dilihatnya Minwoo kehilangan kesadaran. Tapi langkah-langkah cepat dari para perawat menghentikan niatnya tersebut. Ia percaya sepenuhnya pada tim medis.

“Jadi, apa yang ingin kau katakan pada kami tentang Kris?!”

Taemin membalikan tubuhnya dan melihat Sehun bertanya kasar pada Yejin.

“Tak bisakah kau bertindak sedikit lembut pada seorang yeoja?”

“Apa perlu kutambahkan, yeoja yang kakaknya hampir saja membunuh dongsaengku?”, ucap Sehun sinis.

“Aku.. Maaf karena perbuatan kakakku.”, ucap Yejin lirih.

“Jadi Minwoo sudah tahu bahwa Kris kakakmu?”, tanya Gikwang.

“Hyung, kau tahu?!”

“Sebenarnya ada apa ini?”, Taemin semakin bingung.

“Sejak kapan hyung tahu tentang ini?”, Sehun menyelidik.

“Kris adalah teman sekelas hyung semasa bangku menengah, hyung kenal baik dengan keluarganya dan dahulu Kris berbeda jauh dengan Kris yang sekarang.”, jelas Gikwang.

“Apa kau serius, hyung?”, tanya Sehun.

“Aku.. Aku adalah kekasih Gikwang.”, tambah Yejin.

“Mwo? Apa maksudnya? Kau kekasih Minwoo, kan?!”, Taemin mulai naik pitam.

“Jangan memotong!”, geram Yejin pada Taemin.

“Aku adalah kekasih Gikwang dulu. Tepat sebelum kedua orangtuaku meninggal, dan sejak saat itulah Kris oppa jadi seperti sekarang.”, Yejin menghela nafas berat. “Kris oppa menentang kita, itu alasanku dulu memutuskanmu, oppa.”, Yejin menundukkan kepalanya.

“Lalu untuk apa kau mendekati Minwoo? Kau seharusnya tahu kan, bahwa Minwoo adalah adik dari Gikwang hyung?”, tanya Sehun tak sabar.

“Karena Minwoo adalah orang pertama yang membelaku saat aku dibully oleh seniorku di tempat kami kursus hapkido dulu. Dia tidak malu, meski nyatanya umurku lebih tua setahun darinya.”

“Jadi apa aku saja yang tidak tahu apa-apa?”, tanya Taemin masih kebingungan.

“Mungkin.”, jawab Gikwang seadanya.

“Aku curiga, sepertinya oppaku tahu hubunganku dengan Minwoo, sehingga ia memukulnya dengan beralasan kesalahan Taemin.”, jelas Yejin.

“Kalau kau sudah tahu itu, kenapa kau masih berhubungan dengan Minwoo? Jadi sebenarnya disini yang sudah mengetahui semuanya itu kau??”, tanya Sehun geram.

“Sudah sudah, jangan menyalahkannya.”, bela Gikwang.

“Jangan membelanya, hyung!”, Sehun mendorong tubuh Gikwang kasar.

“Aku membelanya bukan karena dia mantanku, bukan juga karena aku masih mencintainya jika kau berpikir begitu. Tapi kau pikirkan juga tentang Minwoo. Bukan saatnya mendebatkan hal yang tak penting!”, teriak Gikwang.

“Ya benar, entah kenapa feelingku tak enak tentang Minwoo.”, ucap Taemin.

Dokter keluar dari ruangan Minwoo, membuat ekspresi yang tak bisa didefinisikan oleh semua yang ada disana.

“Pasien Minwoo sedang kritis. Ususnya sobek sedalam 3 sentimeter. Berdoa saja untuk keselamatannya.”

Tapi tiba-tiba terdengar bunyi dengung yang cukup panjang dari dalam ruangan.

Tuuuuuuuuut.

“Min.. Minwoo??”, Yejin terkulai lemas dan menitikan sebulir air dari masing-masing mata indahnya. “Mianhae..”

END

17 Desember 2012

Kecepetan kan ya? Emang niatnya bikin singkat sih, soalnya tiap author berdua  bikin FF selaaaalu saja panjang hasilnya. Meski awalnya niat bikin one-shot, eh tau tau panjang banget, jadi harus dibikin ber part-part gitu. Nah ini paling pendek yang pernah dibuat author NN PROJECT;) Gomawo ya udah mau baca. Tetep, diminta komentarnya sama author @neshanavy 😀

2 thoughts on “FF : DIAMOND

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s