FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 1)


Title
Six Deathly Of Perfume (Chapter 1)

Cast
All Member of EXO-K
Wu Yi Fan (Kris)
Dr. Nesha
Riri

Genre
Horror, Mystery, Romance

Rating
NC-17 (violence)

Length
Multi-Chapter

Author

NN Project

Kalo diliat authornya diatas ko namanya asing ya? Haha kenalin dulu ah, NN Project itu jadi kolaborasi antara saya (@ririnovi), ceritanya punya nama korea Nichan Park, dan Nesha (@neshanavy) yang punya nama korea Neulchan Han. Bukan, kita bukan plagiat JJ Project kok. Kita adalah couple dari JJ Project! *tepok tangan berdua*

Oke serius dikit. Jadi kita emang terlahir untuk menjadi coulple dari JJ Project, takdir sudah berbicara begitu, kita gak akan bisa memungkirinya, kan? Kita gak bisa nolak waktu takdir dateng dan bilang, “kalian harus jadi couple JJ Project.” jadi kita dengan pasrah menerimanya *cium Jr.*

Udah ya kenalannya, sekarang mau ngasih tahu, FF ini sebenernya bukan FF pertama yang dibikin sama NN Project, yang pertama itu ada Black Roses. Tapi karena itu sangat panjang jadi editnya lama syekali. Yang diposting jadinya ini dulu deh. Yasudah, silahkan dibaca FF nya. Disini diceritain emang EXO itu cuma ber-6, jangan protes ah.

Warning!

Story idea by @neshanavy

Edited by @ririnovi

Written by NN Project

***

Baekhyun sedari tadi memutar-mutar botol parfum yang baru saja dibelinya. Sambil tersenyum puas, ia menyemprotkannya ke beberapa bagian pakaiannya sendiri.

“Tak sia-sia aku meminta pulang belakangan. Walaupun aku harus pulang sendiri, yang penting tadi aku sempat menonton pertandingan sepak bola live dan membeli parfum ini. Ya harganya memang cukup mahal, tapi memuaskan! ”, ucap Baekhyun bermonolog dan mengambil handphone-nya.

Langsung ia berfoto-foto dengan kaos bola yang masih dikenakannya sambil menggenggam parfum mahalnya tersebut.

“Sampai di rumah akan kupamerkan pada yang lain. Mereka pasti iri.”

***

Tepat pukul 10 malam ia sampai di Korea, Baekhyun menaiki taksi menuju dorm mereka yang lumayan jauh dari Bandara Incheon. Taksi sudah memasuki area kompleks perumahan.

“Ahjussi, parfum limited edition. Hanya ada disini!”, ucap seorang sales disebelah taksi Baekhyun.

Awalnya Baekhyun hanya membuka sedikit jendela taksinya dan tak peduli. Namun salah satu dari dua sales itu sempat menyemprotkan parfum dari jendela taksi yang membuat Baekhyun mencium aroma parfum tersebut.

“Aku belum pernah menemukan parfum dengan wangi ini. Ajhussi, kita berhenti sebentar.”, ucap Baekhyun pada supir taksi.

Taksi berhenti tepat didepan dua sales tadi. Baekhyun membuka jendela taksinya lebih lebar.

“Oppa, berminat membeli parfum? Parfum lama limited edition, hanya ada disini.”, ucap salah seorang sales.

“Parfum yang paling wangi yang mana?”, Tanya Baekhyun tanpa basa-basi terlebih dahulu.

“Semuanya adalah parfum terharum yang pernah anda temukan. Kami bisa jamin itu.”, ucap yang satunya lagi.

Kedua sales itu menyodorkan beberapa parfum lewat jendela taksi. Merasa kurang nyaman dengan posisinya, Baekhyun keluar dari taksi dan mulai mencoba parfum yang disodorkan padanya tadi.

“Benar, ini sangat harum. Aku beli yang ini.”, ucap Baekhyun pada botol parfum berwarna merah.

“Hanya satu, Oppa? Kalau anda ambil lebih dari satu, kami beri harga khusus.”, ucap sales itu lagi.

“Wah, tawaran yang menarik. Baiklah, kalau begitu aku ambil dua dengan yang ini.”, ucap Baekhyun bahagia.

“Gamsahamnida, Oppa. Lain kali datang lagi.”, ucap mereka.

Baekhyun kembali memasuki taksi dan mulai menelusuri tiap blok dari kompleks tersebut. Maklum, dorm mereka berada di blok paling ujung.

“Toko tadi, aku belum pernah melihatnya. Apa baru?”, Tanya Baekhyun sambil membuka bungkusan parfumnya. “Oh, ada kartu nama disini. NN Perfume, Neulchan Nichan? Nama yang unik.”, ucap Baekhyun terkekeh tepat saat taksi berhenti didepan dorm.

“Yaaaaa, aku pulang!”, teriak Baekhyun saat memasuki pintu dorm.

“Baekhyun-ah, bisakah kau pelankan sedikit suaramu? Ini sudah larut malam.”, ujar Suho dengan wajah lelah.

“Kalian bukannya menyambutku!”, ucap Baekhyun kecewa. “Tapi tak apa, aku ada sesuatu untuk diceritakan pada kalian.”, Baekhyun antusias.

“Kami ingin tidur sekarang Baekhyun-ah, besok pagi saja.”, ucap Suho diiringi seluruh member EXO yang menghambur ke kamar masing-masing.

“Kenapa begini? Aku ingin menceritakannya sekarang.”

Member lain tidak peduli. Lantas, Baekhyun mengikuti Chanyeol memasuki kamar mereka.

“Yeolli, tebak apa yang kubeli tadi.”, ujar Baekhyun memulai ceritanya.

Eyeliner?”, Tanya Chanyeol setengah mengantuk.

“Bukan, ini aku membeli parfum dari Spanyol!”, seru Baekhyun bangga.

“Pasti mahal.”, timpal Chanyeol singkat.

“Ya begitulah, tapi dijamin ini tidak mengecewakan. Dan aku juga membeli dua parfum didepan kompleks tadi, sepertinya toko itu baru saja buka karena aku baru melihatnya.”, ucap Baekhyun berpose seolah ia sedang berpikir.

“Toko parfum? Aku baru mendengarnya juga. Coba besok kita kesana.”, ucap Chanyeol menutup dirinya dengan selimut kemudian tertidur lelap.

***

Keesokan harinya.

“Baekhyun-ah, mana toko yang kau ceritakan?”, Tanya Chanyeol saat mereka di mobil menuju bandara.

“Didepan, di ujung jalan ini.”, ucap Baekhyun santai.

“Mana? Aku tak melihat toko parfum.”, ucap Chanyeol kecewa.

“Aku tadi malam membelinya disini, ya.. aku yakin tepat disini. Kenapa tokonya tidak ada ya?”, Baekhyun mengerutkan dahinya.

“Mungkin kau bermimpi, hyung.”, ucap Sehun menimpali.

“Tidak, aku masih menyimpan kartu nama mereka. Ah, kusimpan dimana ya?”, Baekhyun mencari-cari kartu nama tersebut.

“Sudahlah hyung, mungkin toko itu hanya buka semalam saja.”, ucap Kai mencoba bergurau.

“Ini parfumnya, harum kan?”, Tanya Baekhyun sambil menyemprotkan salah satu dari dua parfum tersebut pada kelima temannya.

“Wangi sekali parfumnya. Apa kau tidak berniat memberikannya satu padaku sebagai hadiah ulang tahun, Baekhyun-ah?”, Tanya Suho mupeng.

“Ehmm, bagaimana ya?”, Baekhyun terlihat berpikir. “Baiklah, aku akan memberikannya satu untuk hyung.”, ucap Baekhyun benar-benar yakin.

“Wah, hyung aku ingin juga!”, ujar D.O.

“Aku juga ingin, hyung!”, Kai menimpali.

“Kalian ulang tahun saja dulu, nanti akan kuberi.”, Baekhyun terkekeh.

“Kenapa hyung diam saja? Hyung tidak mau parfum itu?”, Tanya Sehun pada Chanyeol.

“Aku ingin. Tapi kan aku sekamar dengannya, jadi aku bisa ikut memakainya juga.”, ujar Chanyeol polos diiringi tawa yang lain.

“Wah, pintar juga ternyata kau!”, ucap Baekhyun sambil memberikan satu parfumnya pada Suho.

“Gomawo, Baekhyun-ah.”, Suho mengedipkan sebelah matanya.

“Jangan genit!”, Chanyeol menyikut pinggang sang leader.

“Aniya..”, Suho membela diri. Sedangkan Baekhyun hanya tersenyum manis. Senyuman yang masih penuh dengan kebahagiaan.

***

“Oya, apa buah tangan untuk hyung-ku sudah dimasukkan ke koper ya?”, Tanya Baekhyun sesampainya di Bandara Incheon. Kini mereka tengah menuju ke ruang tunggu untuk menunggu informasi tentang keberangkatan pesawat dengan penerbangan menuju China.

“Sudah, hyung. Aku yang memasukkannya, mianhae aku lupa memberitahumu tadi.”, ucap Sehun sembari tersenyum. Membuat mata kecilnya seketika menghilang dan tenggelam.

“Ah, ne, arra. Kau juga sama-sama packing kan?”, kata Baekhyun guna menghilangkan rasa bersalah pada Sehun.

“Ehmm, bisa kutitip satu kursi untukku di ruang tunggu nanti?”, Tanya Suho menyela pembicaraan antara Baekhyun dan Sehun.

“Tentu saja, hyung. Waeyo?”, jawab Chanyeol sembari mengajukan pertanyaan lagi.

“Aku ingin ke toilet. Perutku mual.”, Suho bergegas pergi ke toilet yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“Selalu saja seperti itu. Penyakit yang aneh.”, seru Kai.

“Apa Suho-hyung tak lelah selalu muntah sebelum menaiki pesawat terbang? Kita hampir sebulan delapan kali melakukan perjalanan via udara.”, ujar D.O pada Kai.

“Dia bilang sih menyulitkan di setiap perjalanan. Mau bagaimana lagi? Dokter pun sudah angkat tangan, hyung.”, jelas Kai.

“Itu karena badannya yang terlalu mirip triplex hingga dipenuhi angin.”, timpal Sehun sambil tertawa.

***

“Aigoo.. Sakitnya tenggorokan ini!”, batin Suho sembari membasuh mulut dan wajahnya.

“Ini bukan anoreksia, ini hanya syndrome pra flight saja. Masih tergolong kedalam hal yang wajar.”, ucapan sang dokter masih teringat jelas di benaknya.

“Hal yang wajar? Dasar dokter gila!”

Suho sibuk mencari sapu tangan yang biasa ia bawa. Ia malah melihat parfum yang tadi Baekhyun berikan padanya.

“Warnamu menggodaku untuk memakaimu.”, Suho tersenyum senang.

Srot.. Srot.. suara renyah dari alat penyemprot parfum itu seketika membuat bulu roma Suho meninggi.

“Woaaa, parfum ini memiliki energinya sendiri ternyata. Pilihanmu tak pernah salah, Baek!”, Suho terlihat bangga bisa memiliki parfum itu.

Hingga suara tangis seorang wanita mulai mengganggu konsentrasinya. Suasana dalam toilet kini mulai berubah mencekam. Dengan gerak cepat, Suho melihat kesekelilingnya. Udara dingin berhembus di tengkuknya. Rasa takut mulai menyelimuti Suho.

“Huhuhu, hiks, huhuhu, hiks..”, begitulah suara tangisan sang wanita yang ia dengar.

Suaranya terasa dekat hingga membuat Suho berlari-larian didalam toilet mencari darimana asal suara itu. Membuka satu per satu pintu toilet yang tertutup. Langkahnya melambat ketika ditemukannya tinggal satu pintu yang belum ia lihat isinya. Suara tangisan tersebut semakin keras. Keringat dingin terus mengalir di pelipisnya.

“Siapa disana?”, Tanya Suho gemetar. “Apa yang kau lakukan di toilet pria?”, Suho perlahan membuka pintu terakhir itu.

“Aigoooo!”

***

“Keberangkatan menuju China akan berlangsung sebentar lagi. Dimohon bagi para penumpang untuk segera duduk ditempatnya dan memastikan sabuk pengaman terpasang dengan baik, terima kasih.”

“Darimana saja, hyung?”, Tanya D.O yang mendapatkan kursi di sebelah Suho.

“Toilet.”, jawab Suho singkat.

Keringatnya masih bercucuran deras di pelipisnya.

“Waeyo, hyung?”, Kai yang berada di kursi lainnya menyadari keanehan Suho.

“Aniya.”, jawab Suho singkat lagi.

“Kau pucat, hyung.”, timpal D.O.

“I.. Itu apa?”, batin Suho.

Sesosok wanita berbaju putih berdiri menghadap Suho tepat didepan pintu dimana kursi Suho berada tak jauh dari situ. Mukanya penuh dengan darah, rambutnya panjang terurai. Matanya yang tak menunjukkan sedikitpun warna putih terlihat tajam menatap kearah Suho.

“Apa maumu?”, batin Suho sembari meremas sapu tangan yang sedari tadi ia pegang.

Seketika wanita itu menghampiri Suho dan mencengkram lehernya kuat.

“Aigooooo!”

“Wae, waeyo hyung?”, Baekhyun yang tengah menghapal lirik terkejut mendengar teriakan Suho yang sedari tadi tertidur.

“Dimana aku? Dimana?”, Tanya Suho panik.

“Hyung, eh kita ada di backstage, sebentar lagi waktunya tampil.”, jelas Baekhyun dengan wajah yang masih kebingungan.

“Tampil?”

“Kita sedang melakukan tour dunia, kan? Apa yang terjadi, hyung? Kau amnesia?”, goda Sehun sambil tertawa.

“Aniya.”, Suho bergegas merapikan pakaiannya.

“Kajja, lima menit lagi!”, ajak Baekhyun pada semua anggota EXO.

***

Konser berjalan sesuai rencana, meskipun ada beberapa hal yang tak ingin terjadi tapi tetap terjadi juga.

“Hyung, kenapa gerakanmu tadi tidak dinamis?”, Tanya D.O.

“Sesuatu mengganggu konsentrasiku.”, Suho terlihat depresi. Matanya menghitam dan wajahnya memucat. “Nanti kuceritakan..”, Suho menepuk bahu D.O singkat sebelum meninggalkan backstage.

“Mau kemana dia?”, Tanya Kai.

“Sepertinya ke mobil, mungkin dia mau memulikan pikirannya sejenak.”, jawab D.O.

“Ada apa dengannya? Akhir-akhir ini sikapnya aneh.”, Chanyeol yang belakangan ini terlihat pendiam tiba-tiba saja mengeluarkan pendapat.

“Sudahlah, kita susul saja hyung kita itu. Oya, Baekhyun-hyung, kau jadi mengunjungi saudaramu di ujung kota?”, Tanya Sehun.

“Jadi sepertinya. Aku hanya ingin bertemu dengannya sembari memberikan buah tangan dari Spanyol kemarin.”, jawab Baekhyun sembari menyemprotkan parfum barunya ke beberapa sisi tubuhnya.

“Baiklah..”, ujar yang lain serempak.

“Kalian tak bertanya apa buah tangannya?”, ucap Baekhyun kecewa.

“Parfum kan?”, Tanya semuanya serempak lagi. Dan pertanyaan ini berhasil membuat pipi Baekhyun merona karena malu.

***

Baekhyun merasa tak ada yang istimewa dengan pertemuannya kali ini dengan Kris, hyung-nya. Karena saat dijumpai, Kris sedang bergelut dengan pekerjaan yang sangat menumpuk. Maka dari itu mereka tak banyak mengobrol. Belum lagi jadwal tour EXO yang memaksa Baekhyun untuk meninggalkan hyung-nya itu lebih cepat.

“Ayo, ayo! Indonesia sudah menunggu kedatangan kalian.”, ucap sang manager EXO ketika mereka berada dibandara hendak mengambil penerbangan ke Indonesia.

“Suho-ya, gwaenchanha?”, Tanya sang manager pada Suho yang sibuk memandangi segala arah dengan pandangan waswas.

“Ne, gwaenchanha.”, ucap Suho bergegas menaiki tangga keatas pesawat.

Tiba-tiba langkahnya terhenti di tengah-tengah tangga.

“Manager hyung, bisakah aku berjalan dibelakangmu?”, ucap Suho sambil terlihat mengucurkan beberapa keringat dingin dari pelipisnya.

Manager menatap Suho bingung.

“Manager hyung heran ya melihat tingkah Suho hyung? Akhir-akhir ini dia jadi begitu.”, ucap Sehun yang melihat manager keheranan.

Dengan segera, Sehun menaiki tangga tersebut dan berhenti didekat Suho. “Gwaenchanha, hyung. Aku akan berjalan didepanmu.”

Tak ada satupun yang mengerti dengan apa yang Suho rasakan saat ini. Dia sungguh merasa tertekan, tidak ada ruang sedikitpun untuk ia bercerita pada temannya karena makhluk itu selalu mengikuti kemana pun Suho pergi. Makhluk itu selalu terlihat jelas dari ujung matanya. Bahkan tak jarang ia menampakkan diri dihadapan Suho. Membuat namja itu tak bisa memejamkan matanya walau hanya untuk beberapa detik.

Boo!”, seru Baekhyun dan Chanyeol tepat didepan wajah Suho. Mereka sedang mencoba mengagetkan hyung-nya tersebut.

“Apa yang kalian lakukan?”, Tanya Suho hampir tanpa ekspresi.

“Hyung, tumben sekali tadi hyung tidak ke kamar mandi sebelum kita menaiki pesawat?”, Tanya Baekhyun mencoba menghidupkan suasana.

“Aku juga tidak tahu.”, ucap Suho seperti sedang berpikir.

“Wah, jangan-jangan penyakitmu sudah sembuh hyung!”, timpal Chanyeol.

“Kalau benar begitu, kau akan jadi orang pertama yang kuberi hadiah.”, ucap Suho tersenyum.

“Wah, kau memang hyung yang baik!”, ucap Chanyeol lebih dekat pada Suho.

Betapa terkejutnya Suho saat Chanyeol berpindah dari tempatnya. Sosok yang sempat tak mengunjungi pandangannya selama beberapa saat muncul kembali tepat dimana tadi Chanyeol berdiri. Makhluk itu mencoba meraih lengan Baekhyun yang berada tak jauh darinya.

“Baek.. kau cepat pergi dari situ.”, ucap Suho kembali menegang.

“Kenapa, hyung? Apa karena aku tak mendoakanmu seperti Chanyeol barusan?”, Tanya Baekhyun sambil terkekeh.

“Baek, cepat menyingkir dari situ!”, ucap Suho sambil mendorong Baekhyun hingga terjatuh.

“Hyung, apa yang kau lakukan??”, heran Chanyeol sambil membantu Baekhyun berdiri.

Suho tak menggubris kata-kata dongsaeng-nya itu. Dia memfokuskan pandangannya pada makhluk mengerikan tadi yang kini sedang menatap sinis padanya, seperti tidak suka dengan apa yang Suho lakukan tadi.

Makhluk itu mendekat dan semakin mendekat kearah Suho. Tangannya seperti berusaha mencengkram leher Suho. 10 sentimeter lagi.. 5 sentimeter lagi.. 3 sentimeter lagi..

“Hyung?”, Tanya D.O yang baru saja bangun sembari menaikkan tirai jendela hingga cahaya masuk ke tempat mereka duduk.

Perlahan, cahaya yang masuk tersebut meleburkan wujud makhluk mengerikan itu. Suho masih tak bisa berkata apapun. Tubuhnya lemas seketika, hingga tak sadarkan diri.

***

Saat sedang di backstage, D.O memperhatikan Suho yang hanya duduk di meja rias dengan pandangan kosong. Tak biasanya dia seperti ini. Biasanya sembari menunggu di backstage dia sering bercanda atau sekedar mengobrol dengan member lain. Ini sudah sangat aneh.

“Sepertinya Suho hyung sedang tidak enak badan. Kurasa dia tak perlu tampil di panggung dulu, biarkan saja dia istirahat.”, ucap D.O pada manager.

“Gwaenchanha, aku bisa mengatasi ini.”, ucap Suho yang ternyata mendengar percakapan barusan.

Indonesia menjadi negara terakhir dalam jadwal tour dunia pertama EXO. Acara dibuka dengan private fanmeet, fanmeet kali ini hanya memilih 6 fans beruntung untuk bertemu secara langsung dan melakukan hal apapun dengan idolanya selama kurang lebih 12 menit saja.

Para member EXO memasuki ruangan fanmeet disambut histeria dari para fansnya tersebut. Masing-masing fans diberi satu meja bundar dengan dua kursi agar mereka bisa bercengkrama dengan idolanya tanpa mengganggu fans lain.

Baekhyun menuju meja nomor 2. Fansnya sudah duduk menanti kedatangannya.

“Annyeong.. siapa namamu?”, Tanya Baekhyun ramah pada yeoja tersebut.

“Riri imnida.”, jawabnya pelan, mungkin ia gugup.

“Waktu kita hanya 12 menit, apa yang akan kita bicarakan?”, Tanya Baekhyun lagi.

Yeoja itu hanya menggeleng dan tak berkata apa-apa. Baekhyun hanya tersenyum melihat tingkahnya.

“Baek..”, ucap suara disamping Baekhyun. Dilihatnya Suho sedang menatap kearahnya seperti kesakitan.

“Waeyo, hyung??”, Tanya Baekhyun cemas.

“Aku.. aku harus..”

“Sepertinya kita tidak bisa bertemu terlalu lama Riri-ssi, tapi aku punya sesuatu untukmu. Simpanlah baik-baik.”, ucap Baekhyun memberikan sebuah kotak lalu bergegas membawa Suho keluar dari ruang fanmeet. Semuanya panik melihat Suho berjalan dengan dibantu oleh Baekhyun. Namun, acara harus tetap berjalan.

Seperti yang D.O usulkan, Suho tidak naik panggung untuk kali ini. Dia diistirahatkan di hotel ditemani seorang dokter dan seorang suster yang akan memantau keadaannya.

“Bagaimana keadaan Suho hyung?”, Tanya Sehun begitu mereka sampai di hotel.

Dokter yang sedari tadi menunggui Suho langsung menghampiri seluruh member.

“Secara medis fisiknya sangat baik, namun entah apa yang mengganggunya hingga mentalnya sangat tertekan seperti itu.”, ucap dokter perempuan itu.

“Apa dia lelah karena tour ini?”, tebak Kai.

“Seorang Suho hyung kurasa tidak seperti itu.”, ujar Chanyeol membela.

“Tenang saja hyung, kita akan segera kembali ke Seoul.”, ucap D.O disamping Suho yang sedang tertidur.

“Dok.. dok..”, suster panik memanggil dokter.

“Ada apa sus?”, Tanya sang dokter.

“Detak jantungnya meningkat, namun nafasnya melambat. Bagaimana ini?”

“Siapkan peralatan dan cepat panggil ambulance! Ehm, anda..”, tunjuk dokter pada Sehun.

“Sa.. saya?”, Sehun kebingungan.

“Bisa bantu saya?”

“Bantu apa? Ada apa dengan Suho hyung?”

“Bantu saya membawa beberapa alat dari mobil saya. Tenang semuanya, keadaan Suho akan baik-baik saja. Kita tunggu mobil ambulance kesini, dia harus segera dirawat.”

“Katanya keadaannya baik, tapi perlu dirawat.”, ucap Baekhyun.

“Itu hanya majas, Baek..”, timpal Chanyeol.

***

“Mobil dokter yang mana?”, Tanya Sehun.

“Panggil saja Nesha, lagipula umurku tidak jauh dari umurmu.”, jawab dokter.

“Ehmm.. Nesha?”

“Iya, ada apa? Namaku jelek ya?”, Tanya dokter tersebut sambil memasukkan stetoskop nya ke tas yang sedang ia jinjing.

“Bukan, lidahku sulit menyebutnya..”, jelas Sehun dengan pipi merona.

“Bukan salahmu kau sulit menyebutnya.”

“Bisa saja dokter. Oya, dimana mobilmu?”

“Itu, diujung sana. Ayo cepat, obat itu hanya bekerja tiga jam saja. Perjalanan menuju rumah sakit kurang lebih dua jam.”, dokter pun mulai berlari.

Larinya terhambat oleh sepatu hak yang ia gunakan. Namun sebuah saluran air menghentikan langkahnya.

“Astaga..”, dokter pun pasti terjatuh apabila Sehun tidak dengan segera menangkap tubuhnya.

“Are you okay?”,Tanya Sehun. “Berhati-hatilah.”

“I’m fine, thank you. Ya ampun sepatuku..”, dilihatnya hak sepatu tertancap masuk kedalam lubang tersebut.

“Bagaimana ini? Coba saja perlahan tarik sepatunya.”, bujuk Sehun.

“Baiklah, 1.. 2.. 3.. Aww, kakiku!”, kaki dokter terkilir karena posisi telapaknya yang salah ketika menarik sepatunya.

“Jangan dipaksakan.”, Sehun mencoba menarik kaki dokter lalu memijatnya lembut.

Seketika mereka saling bertatap dalam. Namun suatu hal membuat dokter tersebut tanpa sadar membulatkan matanya.

“Waeyo?”, Sehun kebingungan.

“Di.. Dia..”, suara dokter terdengar parau.

“Dia? Dia siapa? Ada apa?”

“Tidak, ayo cepat ke mobilku!”, dokter pun berjalan, tidak.. dokter berlari kecil. Larinya seperti terkejut karena melihat sesuatu. Seakan rasa sakit di kakinya saja hilang.

“Ada apa, dok?”, Sehun berteriak. Suaranya membahana di basement parkir.

“Cepatlah, kau ingin Suho tak selamat dari masa kritisnya? Kalau kita terlambat, malaikat maut akan lebih dulu bertemu Suho.”, alasan baik yang membuat Sehun berdecak tanda meng-iyakan ucapan dokter.

“Baiklah, dok.”

Ambulance pun datang dengan cahaya terang berputar juga suara khasnya. Semua orang yang melihat kedatangan ambulance saling berbincang. Menebak apa yang sedang terjadi.

Baekhyun, D.O, Chanyeol, Kai, dan Sehun pun terlihat sibuk membicarakan suatu hal yang sepertinya erat kaitannya dengan keadaan Suho. Kecuali dokter. Kini wajahnya tak secerah sebelumnya. Seperti masih terkejut melihat hal yang sudah lama tak ia lihat. Mendadak saja ia membisu. Pandangannya kosong kearah sudut ruangan.

“Jangan ganggu aku lagi.”, bisik dokter.

***

Salah satu rumah sakit besar di Indonesia sudah mulai bekerja sesuai prosedurnya. Mulai melakukan beberapa pemeriksaan untuk memulihkan keadaan Suho lagi. Tapi entah kenapa, dokter yang paling hebat pun tetap angkat tangan dengan keadaannya.

“Maaf, ini usaha terbesar kami. Sepertinya rumah sakit di Korea akan lebih bisa menangani kondisi Suho. Kami hanya akan memberi diazepam guna menenangkannya selama di perjalanan.”, jelas kepala rumah sakit. “Surat rujukan akan diberikan Dokter Nesha.”

***

Di rumah sakit Korea..

“Sudah hampir dua bulan Suho hyung seperti orang gila.”, ucap Baekhyun.

“Apa maksudmu?”, Chanyeol kebingungan.

“Bicara tidak, menjawab tidak, bergerak tidak, hanya berbaring di kasur dengan pandangan kosong.”, jelas Baekhyun.

“Setiap ditinggal sendiri, ia selalu berteriak-teriak sembari menunjuk kearah lemari riasnya.”, tambah D.O.

“Ini benar-benar membuatku gila.”, timpal Kai.

“Bisa-bisa EXO bubar kalau begini caranya.”, celetuk Sehun.

“Ucapanmu sebejat pikiranmu.”, Baekhyun menjitak kepala Sehun.

“Oya hyung, kau tahu? Sensasi yang kau buat saat konser di Indonesia itu masih menjadi trending topic di beberapa jejaring sosial. Padahal kejadian itu sudah berlalu cukup lama.”, ucap Sehun sembari memperlihatkan iPad-nya.

“Bagaimana tidak? Aku kan member dengan fans paling banyak.”, ucap Baekhyun bangga.

“Hingga ada fansmu yang membunuh babi hanya karena ingin memilikimu.”, Chanyeol berdecak. “Fans yang baik. Hanya saja aku tidak mengerti maksudnya.”

“Eh Sehun, siapa pemilik akun twitter ini?”, Tanya Chanyeol.

“Yang mana, hyung?”

“Ini.. @neshaananda. Jangan bilang dokter yang waktu itu? Dasar maknae bejat!”, timpal Baekhyun.

“Ya~ hyung, kami Cuma berkomunikasi singkat saja.”, jelas Sehun.

“Singkat? Setiap satu menit muncul dua tweets antara kalian.”, Chanyeol tak mau kalah.

“Kya! Hyung, kau memata-mataiku??”

“Aniya.. hanya saja..”

“Erh.. Eh.. Eh..”, Suho menggeram ketakutan.

“Hyung.. Hyung kenapa? Ada apa, hyung?”, Baekhyun panik. Seketika mata Suho menghitam semua. Tak sedikitpun terdapat warna putih. Tangannya menunjuk-nunjuk sesuatu yang sepertinya ada di meja rias pribadinya.

“Dokter.. Dokteeer!”, Sehun panik.

“Pa.. Paaaaaar..!”, teriakan Suho yang tiba-tiba itu diakhiri oleh ketidaksadaran dirinya. Semua langsung menghampiri Suho dengan wajah panik.

“Hyung? Hyung? Hyung sadarlah!”, ucap D.O menampar pelan pipi Suho.

“Hyung, hyung kenapa?”, Tanya Sehun berkaca-kaca.

“Dokter! Dokter cepatlah!!”, seru Kai tak sabar.

Beberapa saat kemudian dokter datang beserta kedua susternya. Mereka dengan sigap memeriksa bagian tubuh Suho satu per satu. Detak jantung, mulut, mata, pernafasan. Hingga akhirnya dokter menggeleng dan menggerakkan telapak tangannya dari dahi Suho hingga ke dagu.

“Ini adalah akhir dari perjuangannya yang berat.”, ucap dokter sembari menunduk kearah semua member.

Semua member EXO tercengang. Mereka menatap tak percaya pada dokter.

“Suho.. Hyung?”, Tanya Chanyeol lemas.

Sehun mendekati tempat tidur Suho. Ia menaruh kuping kirinya diatas dada Suho. Mencoba merasakan detak jantung Suho.

“Berbahagialah karena dia bisa terbebas dari penyakit yang dideritanya.”, ucap dokter mencoba menghibur.

“Kau pikir kami akan bahagia melihat hyung kami mati, hah? Dokter macam apa kau ini!”, seru Kai penuh emosi.

“Sudahlah hyung, aku percaya Suho hyung sedang bahagia sekarang.”, ucap Sehun sembari terisak. Membuat hyung-nya diam seribu bahasa.

***

Hari ini adalah hari pemakaman Suho. Semua member bersiap ke rumah sakit untuk mengambil jenazahnya. D.O masuk ke kamar Suho dan Sehun, sekedar melihat kenangan-kenangan tentang hyung-nya tersebut.

“Dulu Suho hyung pernah mengatakan ingin bermain golf bersama Barack Obama.”, ucap D.O bermonolog sambil meraih foto Suho yang sedang bermain golf.

“Aku juga takkan lupa saat pertama kali kau menyebutku eomma dan kau mengaku sebagai appa-nya. Benar-benar aneh.”, ucap D.O lagi.

Mata D.O membulat melihat botol parfum berwarna merah yang diberikan Baekhyun untuk Suho.

“Dulu aku juga ingin parfum ini. Minta sedikit mungkin tidak apa ya..”

D.O menyemprotkan parfum itu ke beberapa bagian tubuhnya sampai ia merasa cukup harum.

“Hyung, sedang apa disini? Kita berangkat sekarang!”, ucap Sehun mengagetkan D.O yang hampir saja memecahkan botol parfum yang sedang dipegangnya.

“Hanya melihat-lihat tentang Suho hyung, kajja kita berangkat sekarang!”, D.O menarik tangan Sehun untuk segera pergi.

“Tunggu, hyung!”, ucap Sehun menghentikan langkah keduanya. “Wangimu berbeda hari ini, hyung. Parfummu baru?”, Tanya Sehun heran.

“Ani, aku hanya meminta sedikit punya Suho hyung. Kajja, nanti kita ditinggal.”, ucap D.O.

Sebenarnya Sehun tak puas dengan jawaban D.O. Ia pikir ini tidak seperti wangi parfum yang dipakai Suho hyung, malah terkesan.. amis?

***

Semua kerabat dekat Suho sudah berkumpul di daerah pemakaman. Menyaksikan diturunkannya jasad Suho kedalam tanah. Saat-saat terakhir dimana mereka bisa melihat wajah Suho walau tak sampai untuk bercengkrama dengannya seperti dulu.

Suasana sangat mengharukan, apalagi saat kedatangan orangtua Suho dari Kanada. Tangisan ibundanya pecah seketika saat melihat jasad putra satu-satunya sudah pucat kaku.

Semua kehilangan Suho.

“Selamat tinggal, hyung. Semoga hyung tenang di alam sana.”, batin D.O sambil menundukkan kepalanya.

DEG! Tubuh D.O kaku seketika saat melihat pemandangan baru sesaat setelah ia menegakkan kembali kepalanya. Sebuah benda, tidak.. lebih tepatnya sebentuk makhluk.

Jika dilihat sekilas makhluk tersebut hanya tampak seperti kain putih yang tersangkut pada pohon lalu tertiup angin. Namun jika diperhatikan dengan seksama, makhluk tersebut terlihat seperti sosok manusia yang tubuhnya tak sempurna. Lengannya lebih panjang dari manusia normal, wajahnya putih pucat seperti orang mati. Ada cairan merah yang mengalir dari kedua mulutnya seperti darah.

Mata D.O semakin membulat saat melihat makhluk itu membelah dirinya menjadi dua dan yang satunya pun membentuk anatomi tubuh yang sama seperti makhluk aslinya. Dua makhluk mengerikan dengan wajah serupa itu sukses membuat keringat dingin D.O mengucur deras. Pandangannya kosong dan wajahnya pucat. Ia ketakutan.

“Sudah, hyung. Hyung tidak perlu terlalu bersedih karena kepergian Suho hyung.”, ucap Kai menenangkan.

“Sehun bilang kau memakai parfum yang kuberikan pada Suho hyung ya?”, Tanya Baekhyun sembari mengendus tubuh D.O, mencoba mencairkan suasana yang terlalu dingin.

Tapi D.O tidak bergeming, pandangannya lurus menatap pohon didepannya dengan nafas menderu.

“Hyung, kau mulai membuatku khawatir.”, ucap Sehun.

“Sebaiknya kita bawa dia pulang, keadaannya terlihat tidak baik.”, ucap Chanyeol diikuti gerakan yang lain yang dengan sigap menarik D.O.

Tetap, tubuh D.O kaku di tempatnya.

“Apa yang sebenarnya sedang kau lihat, Kyungsoo-ya?”, Tanya Baekhyun sambil mengikuti arah pandang D.O. Semua member melihat kearah yang sama.

Namun tak Nampak apapun selain sebuah pohon yang tak begitu istimewa. Hanya pohon dengan dua dahan di masing-masing sisinya.

“Ini di pemakaman, jangan kosongkan pandanganmu seperti itu. Nanti ada makhluk yang masuk ke tubuhmu.”, bisik Baekhyun diiringi tepukan pelan dikepalanya.

“Ya~ kau juga jangan bicara yang aneh-aneh seperti itu!”, ucap tersangka penepukan kepala Baekhyun, yang tak lain adalah Chanyeol yang sedari tadi berdiri dibelakangnya.

D.O masih tak berkutik. Matanya seakan tak bisa bergerak kearah lain. Makhluk itu sedari tadi menatap D.O tajam. Langsung menusuk pada setiap sel di otaknya.

Kini saatnya peti mati Suho yang sudah berada di liang lahat ditutup oleh tanah setelah dibacakan doa terlebih dahulu.

Tapi pikiran D.O tak terfokus sama sekali pada pemakaman ini. Matanya menangkap pergerakan dari kedua makhluk tersebut. Melayang perlahan kearahnya seperti kapas yang tertiup angin. Secara tak sadar, D.O mulai berjalan mundur menabrak Baekhyun yang berada disampingnya.

“Hey, kau kenapa Kyungsoo-ya?”, Tanya Baekhyun heran.

“Kau harus pergi sekarang Kyungsoo-ya, keadaanmu sepertinya sedang tidak baik.”, ucap Chanyeol menarik kedua lengan D.O dari belakang.

Tanpa diduga, kedua makhluk yang melayang ringan itu tiba-tiba menampakkan seringainya pada D.O dan melesat cepat bersamaan menabrak tubuh D.O hingga ia tak sadarkan diri. Untung saat itu Chanyeol sedang berada dibelakangnya sehingga ia tidak terjatuh.

“Kyungsoo-ya, ada apa denganmu??”, suara panik Chanyeol membuat semua mata tertuju padanya.

“Hyung!”, Sehun menghambur kearah D.O.

“Hyung? Kenapa D.O hyung bisa jatuh??”, Tanya Kai ikut panik.

“Molla.”, jawab Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ada apa?”, Tanya Eomma Suho mendekat.

“Ani, eommoni. Teman kami sepertinya sedang sakit, kami pamit untuk membawanya pulang.”, ucap Baekhyun sopan.

“Ne, silahkan.”, ucap Eomma Suho tersenyum.

Saat akan digotong bersama-sama, tiba-tiba D.O terbangun dan bangkit dengan mata yang merah. Dia melepaskan pegangan teman-temannya dengan kasar. Alisnya menekuk kebawah seperti sedang marah.

“Hyung mau kemana?”, Tanya Sehun namun tak mendapat respon dari D.O.

D.O berjalan mendekati Eomma Suho yang sedang duduk menangisi kepergian anak satu-satunya tersebut. Merasa ada yang mendekati dirinya, ia mendongak dan ditemukannya D.O sedang menatapnya dengan mata berwarna kemerahan.

“Gwaenchanha? Ada yang bisa kubantu?”, Tanya eomma Suho dengan suara serak khas orang baru menangis.

Betapa terkejutnya ia ketika D.O tiba-tiba mengarahkan tangan pada lehernya seperti hendak mencekik. Semua member EXO berlari menghampiri D.O dengan penuh kekhawatiran. Namun, entah ada sesuatu hal apa yang membuat tubuh D.O tak seimbang. Tubuhnya dengan cepat terperosok ke liang lahat Suho yang belum tertutup tanah.

Tanpa ada yang mendorong, tanah yang berada diatas pemakaman secara otomatis mengubur liang lahat tersebut beserta D.O yang jatuh kedalamnya. Semua orang yang berada disitu tercengangang dan kaget bukan main. Hal yang tak pernah diduga sebelumnya. Ternyata mereka harus melakukan pemakaman untuk dua orang sekaligus dalam lubang yang sama.

TO BE CONTINUED

Lalalalaaaa bersambuuung, lagi-lagi authornya muncul jadi pemeran di FF 😛 awalnya FF ini bakal dibikin 3 part, tapi ternyata setelah jadi malah kepanjangan. Jadinya ada 6 part deh, bakal diposting secara beriringan yawww E:

11 thoughts on “FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 1)

  1. waa serem ini psti ada hbngnny sma prfume yg baekkie ksi ya? *ya iyalh dr jdul jg kliatan* -.-

    stiap yg make bklan bsa ngliat dan d gngguin sma hntu? kira” siapa lg abis ini ??

    kris jd hyung baekkie kkk~

    ehem si author tweeter-an ama hunnie :v

    • Cocok gak sih Kris jadi hyungnya Baekhyun? Haha gak cocok pun ya dicocokcocokin aja ya karena authors sudah bicara begitu. HUAHAHA
      Namanya juga berandai-andai ya. Ngayal itu menyenangkan 😆

      Thanks ya udah sempetin baca dan komen 😘

  2. wahaha, authornya main jadi pemeran figuran ternyata? haha, baru nemu nih fanfic yang authornya eksis gini :v
    btw ini horror juga ya? jadi takut sendiri ngebayanginnya._. iihh /.\
    lanjut dulu deh 🙂

    • Waaaw iya dooong author nya juga kan harus eksis, di ff lain jadi pemeran utama terus malah xD
      Kalo buat ff ini udah beres kebetulan, bisa dicek disini http://wp.me/P2H3c9-hR 🙂

      http://wp.me/P2H3c9-hR

      Oya dari author nesha cuma titip pesen jangan jadi silent reader aja tiap baca komen untuk kelangsungan per ff an kita ke depannya wkek

      Terimakasih ya udah sempetin baca dan komen 😉

  3. Thehun nya cadel. Ngeri bacanya o.o tapi tetap keren. As always, yah Nesha bikin ff kayak gini. Part selanjutnya dibaca nanti, ya. Baterai hp low banget :3

    • terimakasih atas pujiannya risa 🙂 keep support us yaa, kalo butuh ff dan pengen request, boleh ko. Cuma jgn maksa beres selesai dgn cepet ya

      – Nesha

  4. Pingback: FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 6) | Born to be an Imaginer

  5. Pingback: FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 5) | Born to be an Imaginer

  6. Pingback: FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 4) | Born to be an Imaginer

  7. Pingback: FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 3) | Born to be an Imaginer

  8. Pingback: FF EXO : SIX DEATHLY OF PERFUME (Chapter 2) | Born to be an Imaginer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s