FF SUPER JUNIOR : IT’S YOU


Title

It’s You

Cast

Lee Hyuk Jae
Park Kyu Rin
Kim Hee Chul
Lee Dong Hae

Genre

Romance

Length

Songfic

Author

@ririnovi

Pertama kali bikin FF dengan cast member Super Junior. Agak aneh juga sih soalnya aku kan emang bukan ELF, ini FF pesenan dari seseorang. Aku ngajuin mending songfic aja ke dia, dan dia pengennya lagu ini. Waktu itu aku gak tahu sama sekali lagu ini, tapi pas udah denger langsung deh suka, wkwk. Meskipun oke, ini lagu jadulnya gak bisa dimaafkan. Yang agak aneh lagi, FF romance dengan main cast Eunhyuk. Soalnya selama ini di mata aku Eunhyuk orangnya lawak banget, makanya pas masuk ke cerita romance ada sedikit guncangan batin gitu 😀

Okai, Eunhyuk is coming..

***

Neorago (Neorago)
Neorago (Neorago)
Nan neoppunirago (Neorago)
Neorago (Neorago)
Dareun saram piryo eobseo naneun geunyang neorago (Neorago)
Dashi hanbeon mureo bwado naneun geunyang neorago (Neorago)

“Aku akan jelaskan semuanya padamu, tapi tolong aku hanya ingin kau menunggunya sampai aku siap.”, ucapku pada yeoja yang sudah sekitar dua tahun ini menjadi yeojachinguku.

“Kapan kau akan siap? Memangnya sangat sulit untuk mengatakannya sekarang? Apa kau punya yeoja lain selain aku??”, bentaknya dengan suara meninggi.

“Yang perlu kau tahu saat ini, aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri dan tentunya untuk kita. Mianhae, aku harus meninggalkanmu sekarang. Hanya untuk sementara.”, ucapku meninggalkannya. Kudengar beberapa makian dan teriakan memangil darinya. Mianhae.

***

Tak terasa kejadian itu sudah setahun berlalu. Aku kini sudah kembali ke Seoul. Tepat saat kejadian itu aku pindah bersama kedua orangtua dan adikku ke Kanada. Sangat senang bisa menghirup udara Kota Seoul yang jauh lebih sejuk daripada di Kanada.

“Tempat ini masih sama seperti saat terakhir kali kudatangi.”, ucapku saat berjalan-jalan di sekitar kampus lamaku.”

“Ya, Hyukjae-ah!”, teriak seseorang memanggilku.

“Ah, kau rupanya. Lama sekali tidak bertemu denganmu, Donghae-ah!”, sergapku langsung memeluknya yang juga dengan segera memelukku.

“Kau pergi tanpa kabar, kembali pun tanpa kabar. Kudengar kau pindah keluar negeri bersama keluargamu, ya?”, tanyanya.

“Ya, begitulah.”, ucapku terkekeh. “Bagaimana dengan kuliahmu? Bukankah harusnya kau lulus kemarin?”, tanyaku melihatnya masih menggendong tas.

“Aku sempat mengambil cuti untuk melanjutkan bisnisku, jadi aku harus menunggu kelulusanku. Oya, kau masih berhubungan dengan Kyurin?”, Tanya Donghae penasaran.

“Kami sudah tidak berhubungan lagi sebelum aku pindah.”, ucapku mencoba tersenyum.

“Ah syukurlah, kupikir Kyurin memanfaatkan kepergianmu. Karena sekarang dia bersama Heechul.”, ujar Donghae sambil mengangguk. “Kau pasti juga sudah punya yeojachingu kan di tempat barumu? Ayo mengaku saja..”, ucapnya lagi menyelidik.

“Tidak, aku tidak pernah berpikir mencari yeojachingu lagi.”

Imi neoneun dareun saramiggejjiman (Neorago)
Eojjeol suga eobseo dashi dorikil su eobseo Oh~ (Neorago)

Donghae memutuskan untuk menemaniku mengelilingi kampus ini. Sekedar bernostalgia pada kejadian-kejadian setahun yang lalu.

“Dulu aku sering sekali ingin duduk disini karena dari sini aku bisa melihat hampir seluruh area taman. Hanya saja, kau dan Kyurin selalu menempatinya.”, ucap Donghae saat kami berada di taman.

“Ah, sekarang kau bisa memilikinya.”, ucapku mencoba sebiasa mungkin.

“Masih saja tidak bisa. Kyurin selalu duduk disini bersama Heechul. Tumben saja sekarang mereka tak ada disini.”, ucap Donghae memandang sekelilignya lalu duduk di bangku tersebut.

Aku ikut duduk disampingnya. Bahkan bangku ini masih terasa sama saat kududuki. Semakin deras ingatanku mengenai Kyurin.

Flashback On

“Disini sejuk, Oppa.”, ucap Kyurin padaku.

Kami tengah duduk di sebuah bangku ditengah taman kampus. Baru saja aku memberinya se-bucket bunga mawar putih sebagai hadiah anniversary kami yang pertama.

“Berjanjilah untuk datang kesini setiap kali kau sedih atau senang.”, ucapku menyodorkan kelingking kananku padanya.

“Ne, asalkan Oppa berjanji melakukannya juga.”, ucap Kyurin menggenggam tanganku. Bukan hanya jari kelingkingku saja.

Flashback End

Dan hal itu masih kuingat hingga sekarang. Detail terkecil pun tak pernah kulupakan.

Ne nunbichi ddeureoweodeon sungane (Neorago)
Gaseum gipeun moseul bakdeon sungane (Neorago)

Saat itu aku belum tahu apapun tentang Kyurin. Aku hanya mendengar bahwa ada mahasiswa pindahan yang sangat cantik. Menurutku itu biasa saja, karena yeoja cantik tidak hanya satu di dunia ini dan bukan sesuatu yang sulit untuk ditemui.

Aku lebih senang menghabiskan waktu di perpustakaan. Membaca buku-buku yang berhubungan dengan kesehatan dan anatomi tubuh. Bagiku sangat menarik jika dapat mengenali hal-hal yang ada dalam tubuh kita sendiri.

“Bisa aku duduk disini?”, suara seorang yeoja membuyarkan konsentrasi membacaku.

Aku mempersilahkannya duduk disamping kursiku yang masih kosong tanpa berkata apapun.

“Apa yang sedang kau baca?”, Tanya yeoja itu.

“Susunan anatomi tubuh manusia.”, ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari buku.

“Jinjjayo? Aku suka buku-buku biologi seperti itu!”, ucapnya antusias.

Aku menatap tak percaya padanya. Yeoja ini pasti tersesat hingga dia bisa bertemu alien sepertiku. Mungkin bahasa kami berbeda dan aku salah mengartikan ucapannya tadi.

“Kyurin imnida. Park Kyu Rin.”, ucapnya menyodorkan tangan kanannya padaku.

“Hyuk.. Hyukjae. Lee Hyuk Jae.”

Miryeon eobshi baro neoreul seontaekhaesseo (Neorago)
Geurae nan neorago

“Kudengar tadi Oppa pergi ke perpustakaan sendiri? Mengapa tidak mengajakku?”, Tanya Kyurin tepat didepan bangkuku.

“Kulihat tadi kau tidak ada di kelasmu. Jadi kuputuskan untuk ke perpustakaan saja.”, ucapku santai.

“Oppa tidak bisa begitu! Sebagai namjachingu yang baik harus selalu ada disamping yeojachingunya, arra?”, ucapnya membentak, namun aku hanya terkekeh.

“Ya, mengapa kau tertawa sendiri?”, Tanya Donghae membuyarkan lamunan masa laluku.

“Ani, aiyo. Aku hanya teringat masa-masa laluku disini.”, ucapku jujur.

“Bersama Kyurin, iya kan?”, Tanya Donghae dengan mata disipitkan dan wajah menyelidik.

Aku hanya tersenyum tipis. Tersenyum untuk Kyurin yang bahkan masih setia berada dalam mimpi-mimpiku.

Oh nan~
Geu nuga nuga mweorado naneun sanggwan eobdago
Geu nuga nuga yokhaedo neoman barabondago
Na dashi taeyeonandaedo ojik neoppunirago (Tic Toc Tic Toc~)
Shigani heulleodo

Suatu ketika, aku dan Kyurin sedang berjalan di lorong kampus. Kyurin menggandeng tanganku erat. Hari ini sangat cerah dan mood kami sedang sangat bagus untuk pergi keluar setelah mata kuliah masing-masing selesai.

“Kau lihat? Kasihan sekali Kyurin. Datang ke kampus ini dengan popularitas yang tinggi tapi malah mendapatkan namjachingu seperti si Hyukjae. Mereka seperti dongen Beauty and The Beast! Padahal kudengar Heechul juga menyukainya. Kalau aku jadi dia, aku pasti akan memilih Heechul.”, ucap suara yang menggerayangi telingaku.

Kurasa Kyurin mendengarnya juga, karena ia langsung melayangkan pandangan yang kuartikan sebagai kata, “gwaenchanha.”. dan dia mengeratkan pegangan tangannya padaku.

“Sepertinya banyak hal penting yang kulewati selama tidak berada disini.”, ujarku pada Donghae.

“Sangat banyak! Kau tahu si Ga Eun? Mahasiswa abadi itu?”, Tanya Donghae antusias.

“Ne, apa dia di drop out?”, tanyaku.

“Bahkan lebih mengejutkan dari itu! Dia berhasil lulus kemarin. Itu sebuah pencapaian yang luar biasa, bukan? Seorang Ga Eun akhirnya lulus dari kampus ini!”, ucap Donghae sambil meledak tertawa.

“Ba.. Bagaimana dengan Kyurin dan Heechul? Mereka terlihat sangat bahagia, bukan?”, tanyaku hati-hati.

“Akhirnya kau bertanya tentang dia juga. Kau tahu sendiri Heechul itu orang yang seperti apa. Dia banyak memanfaatkan yeoja hanya untuk kesenangannya sendiri. Ternyata dia sudah lama mengincar Kyurin. Mereka memulai hubungannya beberapa hari setelah kau pergi.”, jelas Donghae. “Tapi.. Hubungan mereka terasa dipaksakan.”, lanjutnya sedikit berbisik.

“Dipaksakan bagaimana maksudmu?”, tanyaku heran.

“Kudengar Appa Kyurin mengalami pailit, dan hanya Appa Heechul yang bisa membantu memulihkan kembali keadaan bisnisnya. Ah, itu mereka! Omo, sepertinya mereka akan duduk di tempat ini! Cepat, cepat menyingkir!”, Donghae menarik lenganku. Namun aku masih bersikeras duduk disini, melihat kearah datangnya Kyurin dan Heechul. Kulihat ekspresi wajah Kyurin yang senang dan beberapa detik kemudian terlihat kesal karena melihatku.

Bahkan perasaanku tetap sama saat melihatnya bersama Heechul.

Oh nan~
Neol saranghanda marhaedo cheonbeon manbeon marhaedo
Nae gaseum sok da bultago mareun ipsool dalhdorok
Na dashi taeyeonandaedo ojik neoppunirago (Tic Toc Tic Toc~)
Shigani heulleodo
Oh nan~

Kulihat Kyurin seperti sedang membisikkan sesuatu pada Heechul. Heechul mengangguk dan segera meninggalkan Kyurin dengan malas. Sempat ia melihat kearahku dengan sengit, namun aku sama sekali tidak takut dengan tatapannya.

Sejenak terlintas dipikiranku saat melihatnya. Apa sifat playboy nya itu masih ada? Aku khawatir dengan Kyurin.

“Annyeong..”, ucap seseorang melambaikan tangannya tepat didepan wajahku.

Sejak kapan Kyurin berada di hadapanku?

Aku mencoba memasang wajah sebiasa mungkin. Walau nyatanya aku sangat gugup berada dihadapannya sekarang.

“Kau kembali rupanya.”, ujar Kyurin membuka pembicaraan.

Donghae melambaikan tangannya dan berpamitan tanpa bersuara. Hanya member isyarat bahwa ia harus segera pergi. Aku mengangguk pelan.

“Apa sekarang masih ada hal yang ingin kau katakana padaku?”, Tanya Kyurin.

Aku diam seribu bahasa. Benar-benar tak tahu harus mengatakan apa padanya. Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya?

Flashback On

“Besok kita akan pergi ke Kanada.”, ucap Appa ketika aku baru saja memasuki pintu rumah.

“Besok? Kenapa pergi begitu tiba-tiba?”, tanyaku tanpa menghilangkan ekspresi kagetku.

“Kau tahu bisnis Appa bersama Appa-nya Kyurin?”, tanyanya.

“Ne, apa yang terjadi Appa?”

“Bisnis kerjasama itu gagal karena kesalahan Appa. Kita tidak punya jalan lain selain tinggal selama Halmeoni untuk beberapa waktu di Kanada. Keadaan Appa dan Appa Kyurin sedang memanas sekarang, dia bisa saja melaporkan Appa ke penjara jika kita tidak segera pergi. Lupakanlah sejenak Kyurin. Dan jangan pernah ada yang mengetahui ini, termasuk Kyurin. Sekarang, lekas berkemas! Besok kita akan langsung berangkat.”

Aku tidak bisa menceritakan ini pada Kyurin. Dia pasti akan melakukan semua hal agar aku tidak pergi. Mianhae Kyurin, aku harus meninggalkanmu untuk sementara.

Flashback End

“Oppa, Oppa tahu aku selalu menunggu Oppa disini setiap harinya.”, ucap Kyurin meneteskan air matanya.

“Kyurin-ah, uljima..”, ucapku menghapus air matanya dengan jari-jari tanganku.

“Aku selalu berharap, suatu saat Oppa akan kembali duduk di tempat ini bersamaku.”, ucapnya tak sama sekali berhenti dari aktifitasnya tersebut.

“Sudah kubilang, aku hanya akan meninggalkanmu untuk sementara. Tapi kau tak mau mendengar ucapanku.”, ucapku bernada gurauan dan mencoba tersenyum untuk sedikit menghiburnya.

“Mianhae, Oppa. Tapi kemana kau selama ini?”, Tanya Kyurin. Tangisannya mereda.

“Tidak penting sekarang aku pergi kemana. Aku senang kau sudah menemukan kehidupan barumu setelah kepergianku.”, ucapku mengalihkan pandangan pada Heechul yang diam-diam melihat kami dari sudut lain di taman ini. Ternyata dia tidak benar-benar pergi tadi.

Sungguh rasanya tak rela melihat Heechul yang memperhatikanku dan Kyurin. Aku dan Kyurin juga punya ruang privasi yang tak boleh diketahui orang lain. Namun jika aku adalah Heechul, aku juga akan melakukan hal yang sama.

“Mungkin Oppa ada benarnya juga, lagipula..”

“Sampai sekarang perasaanku masih tetap sama, Kyurin-ah.”, ucapku memotong perkataannya.

Dia menatap mataku tak percaya. Sungguh bodoh apa yang telah aku lakukan barusan! Harusnya aku sadar kini Kyurin telah bersama Heechul. Tidak mungkin dia masih menyimpan rasa yang sama padaku.

“Oppa, kurasa kau..”

“Lupakan saja kata-kataku barusan. Hampiri Heechul, sudah lama ia menunggumu disitu.”

O-o-only for you O-o-only for you
O-o-only for you O-o-only for you
O-o-only for you O-o-only for you
O-o-only for you (Neorago)
Amu maldo piryo eobseo nan geunyang neorago (Neorago)
Neomu neujeoddago haedo nan geunyang neorago (Neorago)

“Oppa, aku juga masih merasakan hal yang sama saat aku melihatmu! Tapi.. Tapi semuanya sudah terlambat.”, ucap Kyurin sedih. “Bulan depan aku dan Heechul akan mengadakan pertemuan keluarga untuk merencanakan pertunangan.”, lanjutnya.

“Aku tidak akan mengganggu hubunganmu dengan Heechul, aku akan pergi.”, ucapku mencoba tersenyum meski aku tak ingin.

“Benarkan itu, Oppa?”, matanya berkaca-kaca.

“Kyurin-ah, yang kubutuhkan adalah perasaanmu, bukan ragamu. Maka dari itu, aku sudah senang mendengar pengakuanmu barusan.”

Kyurin bergegas membuka tasnya dan mengambil secarik kertas lalu memberikannya padaku.

“Nomor handphone-ku yang baru. Aku tak mau kita kehilangan kontak lagi.”

“Pembicaraan kalian sudah diluar batas pertemanan. Mianhae Kyurin-ah, kita harus pergi!”, Heechul datang dan menarik tangan Kyurin kasar.

“Ya! Begitu caramu memperlakukan seorang yeoja?”, tanyaku memandang sinis padanya.

“Memangnya kenapa? Ada masalah untukmu? Dia ini yeojachinguku sekarang. Lupakan saja masa lalu kalian!”, ucapnya tetap berjalan menjauh.

“Tapi aku masih mencintainya, dan dia pun masih mencintaiku. Jadi ini masalah untukku!”, tegasku.

Heechul berbalik dan menatap sinis padaku. Tatapan ini sering kulihat dulu ketika ada orang yang “mencuri” bangku kantinnya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”, dia melepaskan tarikan tangannya pada Kyurin dan mendekat padaku.

“Jangan, Oppa. Lebih baik kita pergi sekarang saja.”, ucap Kyurin menengahi. Dia menatap iba padaku.

Jalmotdwen sarangin geol algo ijjiman (Neorago)
Pogihal su eobseo jeoldae nohchil suneun eobseo Oh oh~ (Neorago)

Heechul membuat ancang-ancang seolah ingin memukulku. Aku masih diam dalam posisiku. Sejenak aku berpikir mengapa aku melakukan ini semua? Itu sama saja aku merusak hubungan mereka. Ini tak boleh terjadi, ujung-ujungnya pasti Kyurin yang akan menanggung masalahnya.

“Oppa, kumohon.”, pinta Kyurin tanpa bersuara. Hanya membuat isyarat agar aku menghentikan semua ini.

“Aku tahu kau pasti sedang memikirkan Kyurin sekarang. Kukatakan padamu, kami akan segera bertunangan. Jadi kesempatanmu untuk mendekati Kyurin kurang dari nol persen. Akan ada aku keluargaku yang melindunginya. Dia akan lebih bahagia jika bersamaku, aku takkan meninggalkannya seperti apa yang kau lakukan padanya dulu. Kajja!”, dia berbalik dan membawa Kyurin pergi.

Tadinya kupikir aku akan merelakan mereka demi Kyurin. Aku hanya ingin Kyurin merasa tenang. Namun, melihat kelakuan Heechul yang congkaknya bukan main itu membuat darahku melesat naik ke ubun-ubun.

“Aku berjanji Kyurin tak akan berlama-lama menderita bersama namja itu. Aku akan merebut kembali Kyurin darinya!”, bantinku sambil meremas sepotong kertas yang kugenggam.

Chadachan nae ipsureun ddo bureune (Neorago)
Ddeugeowupge neoreul chaja wechine (Neorago)
Bulleobwado daedapeobneun neoijiman (Neorago)
Neol gidarindago

Sesampainya di rumah, aku membuka kertas yang tadi sempat kuremas. Seringaiku melebar saat kutemukan kombinasi angka yang ditulis oleh Kyurin.

“Lihat saja Si Sombong Heechul! Aku akan mendapatkan Kyurin-ku kembali!”

Kutekan digit-digit angka tersebut pada handphone-ku. Kucoba meneleponnya, namun tidak aktif.

“Apa Kyurin tidak salah memberikan nomor?”, tanyaku bermonolog.

Kucoba mengirim pesan, tapi tetap tidak terkirim. Kuhubungi lagi sampai baterai handphone-ku habis. Sampai aku pun tertidur saking lelahnya.

***

Keesokan harinya aku kembali datang ke kampus. Kutunggu Kyurin di bangku taman pada jam yang sama, namun ia tak kunjung datang.

Bosan, aku mengelilingi kampus. Berharap bertemu Donghae dan berkeliling bersamanya seperti kemarin. Aku sedikit menyesal mengapa tak meminta nomor handphone-nya kemarin.

“Ne Oppa, arrasseo.”, ucap suara dari arah belakangku. Kyurin.

Aku tidak serta merta berbalik ke belakang. Aku ingin ia berjalan melewatiku.

“Kalau kau tetap begitu, Appa dan Eomma-mu akan sedih, Kyurin-ah..”, ucap suara namja yang kutebak itu Heechul.

Suara mereka semakin mendekat, dan..

“Kyurin-ah..”, ucapku saat mereka berjalan melewatiku.

Kyurin dan Heechul berbalik bersamaan. Mataku terfokus pada Kyurin, tak kuhiraukan Heechul yang ada disampingnya. Kucoba mendekati Kyurin.

“Kyurin-ah, kemarin kucoba menghubungimu namun nomor yang kau berikan tidak..”

“Ayo Oppa, aku harus segera masuk ke kelas.”, ucap Kyurin memotong pembicaraanku dan menarik tangan Heechul.

“Kyurin-ah! Ada apa denganmu??”, ucapku menarik lengan Kyurin hingga tubuhnya berbalik.

“Ya! Itu caramu memperlakukan seorang yeoja? Apalagi didepan namjachingu-nya. Mianhae, kami sedang sibuk.”, ucap Heechul diiringi langkah kepergian mereka.

Kyurin membisikkan sesuatu pada Heechul.

“Dia bilang, dia takkan pernah menghubungimu lagi. Dan kau jangan pernah kembali!”, senyumnya meledek.

“Kyurin-ah! Kyurin-ah!”, teriakku. “Kyurin-ah!!”, tapi ia tak memperdulikanku hingga mereka menghilang di ujung lorong.

Apa ini rasanya ditinggalkan? Apa ini yang dirasakan Kyurin saat aku meninggalkannya?

Mianhae, Kyurin-ah. Aku berjanji akan menunggu sampai kau memaafkanku. Saat itu akan kurebut hatimu kembali.

Tak sadar, tubuhku sudah ambruk di lorong ini.

END

31 Agustus 2012

Karena ini FF pertama Super Junior aku, jadi bagaimanapun hasilnya tolong hargai ya, wkwk. Karena biasanya aku bikin FF pake cast yang emang aku udah kenal lah sifat-sifat asli si orang itu, biar gampang aja gitu ngebayanginnya. Beberapa temen aku juga agak aneh pas aku bikin FF romance tapi cast-nya Eunhyuk. Tapi lumayan lah, bisa juga bikin dia ehmm mungkin sedikit romantis ya disini 😀 Mianhae sekali lagi kalo hasilnya kurang nyaman dan masih beredar typo-typo nakal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s